Orang yang suka bertanya, artinya suka ngobrol?

Orang yang suka bertanya, artinya suka ngobrol?

Untuk kasusku, itu tidak berlaku. Inilah beberapa hal yang mungkin membuatnya jadi berbeda:

  1. Ketika aku bertanya, niatnya bukan untuk membuka obrolan, aku punya contoh (dan kejadian ini sering banget terjadi). Jadi ketika naik bus atau kereta atau angkutan umum lainnya, aku sering banget ditanya sama orang asing yang duduk di sebelahku, “mau kemana mb?”, dengan sopan aku akan menjawab tujuanku. Tapi setelah itu, aku tidak tanya balik. Percakapan selesai. Kalau inget kejadian (yang lumayan sering banget) itu, aku agak suka menyalahkan diri sendiri. Jadi orang kok sombong banget. Tapi percayalah, aku tidak pandai basa-basi atau berpura-pura tertarik pada sesuatu.
  2. Kepalaku ramai sekali oleh berbagai pertanyaan, aku bahkan sering merasa over question, dan frustasi sendiri karena tentu tidak mudah untuk menjawabnya. Gak jarang, pertanyaan juga membuat hati jadi gelisah. Ketika aku lagi gak punya energi untuk mencari jawaban, aku terpuruk dan merasa tidak berguna. Sesekali mencoba mengalihkan dengan melamun atau main game. Tapi kalau energiku lagi full, aku jadi punya banyak ide, project, dan berbagai luaran kegiatan untuk menjawab pertanyaan itu. Beberapa teman menganggap aku orang yang filosofis, mungkin ini adalah efek dari berbagai macam kegiatan yang bikin aku suka menggali sesuatu secara mendalam, untuk tujuan mencari jawaban.
  3. Pertanyaan seringnya muncul untuk kujawab sendiri. Meski suka bertanya, aku sangat berhati-hati untuk mengutarakannya kepada orang lain. Itulah kenapa dalam ruang diskusi, aku lebih banyak mengamati, mengobservasi, dan mendengarkan dengan seksama, baru kemudian aku akan mencari redaksi kalimat tanya yang tepat.

Belakangan aku menyadari bahwa segala macam tanya di kepalaku ini, memberikan pemantik dari setiap karya yang aku lahirkan. Termasuk blog ini, tulisan-tulisan ini tidak akan lahir tanpa pertanyaan (yang kadang aneh) untuk diuraikan dalam deskripsi untuk sebuah jawaban. Aku kini mencoba untuk tidak gelisah berkepanjangan ketika pertanyaan hadir, tidak juga mengabaikannya, aku sedang mencoba mendokumentasikan satu persatu setiap kali mereka muncul. Dan mungkin begitulan caraku mencintai dunia, dengan setia bertanya, pelan-pelan, sungguh-sungguh menemukan jawabannya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *