Adakah Doa yang Terlupakan?

Adakah Doa yang Terlupakan?

Tuhan, lindungilah keraguan-keraguan kami, sebab keraguan pun sebentuk doa. Keraguanlah yang membuat kami bertumbuh dan memaksa kami untuk tak takut melihat sekian banyak jawaban yang tersedia untuk satu pertanyaan. Kabulkanlah doa kami.

Tuhan, lindungilah keputusan-keputusan kami, sebab membuat keputusan pun sebentuk doa. Setelah bergulat dengan keraguan, beri kami keberanian untuk memilih antara satu jalan dengan jalan lainnya. Biarlah kiranya pilihan ya tetap ya dan pilihan tidak tetap tidak. Setelah kami memilih jalan kami, kiranya kami tidak pernah menoleh lagi atau membiarkan jiwa kami digerogoti penyesalan. Kabulkanlah doa kami..

Tuhan, lindungilah tindakan-tindakan kami, sebab tindakan pun sebentuk doa. Kiranya makanan kami sehari-hari menjadi buah dari segala yang terbaik dalam diri kami. Kiranya kami bisa berbagi walau sedikit saja dari kasih yang kami terima, melalui karya dan perbuatan. Kabulkanlah doa kami..

Tuhan, lindungilah impian-impian kami sebab bermimpi pun sebentuk doa. Kiranya usia maupun keadaan-keadaan tidak menghalangi kami untuk tetap mempertahankan nyala api harapan dan kegigihan yang suci itu didalam hati kami. Kabulkanlah doa kami..

Tuhan, berikanlah antusiasme kami, sebab antusiasme pun sebentuk doa. Antusiasme lah yang memberitahu kami bahwa hasrat-hasrat kami penting dan layak diperjuangkan semaksimal mungkin. Antusiasme-lah yang mengukuhkan kepada kami bahwa segala sesuatu tidaklah mustahil asalkan kami sepenuhnya berkomitmen pada apa yang kami lakukan. Kabulkanlah doa kami..

Tuhan, lindungilah kami, sebab hidup ini adalah satu-satunya cara bagi kami untuk mengejewantahkan kuasa keajaibanmu. Kiranya kami, bumi tetap mengubah gandum menjadi roti. Dan semua ini hanya dimungkinkan apabila kami memiliki kasih sayang. Karenanya, janganlah kami ditinggalkan seorang diri. Biarlah selalu ada engkau disisi kami. Dan orang-orang lain -laki laki dan perempuan- yang menyimpan keraguan-keraguan, yang bertindak dan bermimpi dan merasakan antusiasme, yang menjalani setiap hari dengan sepenuhnya membaktikannya kepada kemuliaan-Mu. Aamiin.

Dikutip dari buku “Seperti Sungai yang Mengalir” Penulis: Paulo Coelho. Aku berterima kasih padamu atas doa yang indah tersebut. Doa ini ku baca saat pembukaan BIL Fest 2025, sebuah festival literasi 7 hari 7 malam pertama di Purwokerto. Aku membacanya sambil deg-degan dan membayangkan teman-teman yang hidupnya berdedikasi untuk masyarakat, dimana pikirannya selalu dikelilingi oleh kegelisahan, pertanyaan, tuntutan, gagasan, cinta dan harapan.

Jika kamu tertarik membeli bukunya, berikut ini link nya:

https://s.shopee.co.id/5ArhrF3vZm

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *